Connect with us

TAULADAN

Ini lah Gua Tsur, Tempat Abu Bakar (RA) Dis3ngat Kal4j3ngking Saat Menemani Nabi (SAW) Hijrah Waktu Dik3jar K4f!r Qur4isy

Published

on

Gua Tsur atau Jabal Tsur menjadi saksi bisu perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW. Tempat inilah yang menyembunyikan Nabi bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy.

Dikutip dari situs NU Jabar, Gua Tsur menyaksikan saat Nabi dan sahabatnya saling menjaga dalam perjalanan panjang itu. Abu Bakar bahkan merelakan jempol kakinya disengat kalajengking.

“Waktu memangku Nabi yang sedang tidur, Abu Bakar melihat di dekat jempol kakinya ada lubang. Dari lubang itu akan keluar kalajengking besar yang siap menyengat. Abu Bakar segera menutup lubang itu dengan ibu jari kakinya,” tulis situs tersebut.

Sengatan kalajengking diceritakan sangat sakit dan dapat dirasakan hingga ulu hati. Tubuh sang khalifah menggigil dan bergetar demikian hebat hingga membangunkan Rasulullah SAW.

Nabi yang terbangun kemudian mengetahui yang terjadi pada sahabatnya dan melakukan pertolongan. Sang nabi dikisahkan mengeluarkan bisa dari tubuh Khulafaur Rasyidin tersebut dan mengobatinya.

Dikutip dari situs Kemenag, Gua Tsur yang menjadi tempat persembunyian Nabi SAW saat hijrah berada di salah satu puncak gunung tertinggi di Makkah. Gua ini berada di ketinggian 1400 meter.

Gua Tsur berbentuk persis periuk terbalik dengan lorong yang sangat sempit. Jabal Tsur hanya bisa dimasuki dengan posisi tiarap, bukan jalan seperti gua lainnya. Saat di dalam, posisi tubuh hanya bisa duduk.

Abu Bakar sempat dikisahkan sangat khawatir tertangkap karena bisa melihat kaki pengejarnya dari golongan kafir Quraisy. Nabi Muhammad SAW menegaskan tidak perlu khawatir karena mereka selalu dilindungi Allah SWT.

Peritiwa ini diceritakan dalam Al Quran surat At Taubah ayat 40

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Arab latin: Illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma’anā, fa anzalallāhu sakīnatahụ ‘alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja’ala kalimatallażīna kafarus-suflā, wa kalimatullāhi hiyal-‘ulyā, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

Artinya: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Gua Tsur menjadi tempat persembunyian Nabi SAW saat hijrah selama tiga hari. Setelah kondisi aman, Rasulullah melanjutkan perjalanan menuju Madinah bersama Abu Bakar menggunakan unta.

Bekal selama dalam perjalanan telah disiapkan Asma dan Aisyah, dua putri Abu Bakar. Sang khalifah pertama tersebut juga merelakan sisa kekayaan miliknya untuk bekal selama hijrah.

Setelah Nabi, para sahabat dan umat Islam saat itu ikut pindah menuju Yastrib nama Madinah di masa lalu. Usai hijrah, dakwah Islam makin baik hingga bisa melampaui Jazirah Arab.

Wallahu’alam

Sumber: detik.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending